Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Lover, Hater, Voter dan Viewer

Mungkin 4 hal inilah masyarakat akan mengelompokkan dirinya kala pesta demokrasi datang, entah itu pilpres, pilkada, pemilu legislatif atau bahkan Pilkades. Penggolongan ini sendiri bisa saja alamiah tapi juga sangat mungkin di design untuk kemenangan calon yang diusung oleh para konsultan politik. Lover dan hater tentu sudah sangat mudah masuk ke radar survey survey , maka keberadaanya menjadi sangat penting untuk menarik dukungan dari voter maupun viewer. Peran dominan lover dan hater ini yang memang awalnya untuk strategi pemenangan memiliki dampak buruk bagi satu kata besar masyarakat atau rakyat yang sesungguhnya satu itu. Garis demarkasi yang terlalu tebal ini membuat kebersamaan itu renggang seolah air dan minyak yang susah berbaur. Padahal sesuungguhkanya sama sama air atau sama sama minyak. “wong seneng ora kurang pangalem, weh sengit ora kurang panganggit” mungkin kalimat yang menggambarkan akan keberadaan lover dan hater. Dalam bahasa Indonesia artinya “Orang cinta tak a...