Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

Merapi 2010. Riuh, Penuh Peluh, Tanpa Keluh

Boyolali- Ungkapan diatas hanya ingin bercerita tentang perasaan dan bukan bermaksud mendramatisir situasi. Ungkapan ini kami dedikasikan kepada kawan-kawan relawan yang telah tergabung dalam misi kemanusiaan bersama dengan Jalin Merapi di Boyolali (JM 4 dan JM 5) semenjak erupsi Merapi. Karena kawan-kawan relawan semualah, bhakti bersama ini bisa diwujudkan untuk warga Merapi di Boyolali (Musuk, Selo, Cepogo). Awalnya inisiasi misi kemanusiaan dimulai di Selo oleh kawan-kawan MMC pada tanggal 28 Oktober 2010 di rumah saudara Muji, Dk Pentongan, Ds Samiran, Selo. Sebenarnya bagi kawan-kawan Selo, letusan tanggal 26 Oktober 2010 tidak banyak mempengaruhi aktifitas warga Selo, mereka masih menganggap Selo akan aman-aman saja karena berada di punggung Merapi. Jadi untuk membuat posko saja belum begitu dirasakan relevansinya. Apalagi kalau melihat pengalaman tahun 2006, saat itu semua organisasi sosial apalagi partai politik sudah kontes posko peduli di Selo. Berbagai relawan dari banyak i...

Selamat Jalan Paimin

Kehadiran letusan merapi yang seharusnya mendapat perhatian yang penuh oleh semua pihak, terutama pemerintah ternyata tidak pada kenyataannya. Bukan mendaramatisir situasi, tapi sungguh hari ini adalag hari yang sangat membuat hati saya terpukul, marah, berontak, dan KUDU MISUH............... Siang jam 14.11 terdengar oleh saya dan kawan kawan di POSKO Jalin Merapi, Dukun Magelang informasi dari radio komunikasi kompak yang menyatakan ada warga Stabelan, Tlogolele, Selo, Boyolali yang meninggal di RSUD MUntilan yang bernama PAIMIN anak dari pak Karto dan bu Sapari. sebagai sesama warga lereng merapi, kemudian saya bergegas menuju rumah sakit diantar oleh Pandu salah satu relawan Jalin Merapi. Sesampai di sana saya melihat ada orang tua yang tampak lelah dan gundah sedang dinasehati oleh salah satu relawan, saya coba memastikan apakah ini adalah keluarga almarhum? dan ternyata benar, yang dihadapan saya adalah pak Kartokarno ayah dari Paimin. saya ulurkan tangan dan lalu saya perkenalka...